Minggu, 06 Februari 2022

Permohonan Maaf dari Ambu

 


Siang ini, setelah menemani kamu hingga tertidur pulas, terbersit rasa penyesalan yang luar biasa atas sikap Ambu selama ini ke kamu. Entah, sudah berapa kali ucapan, atau bahkan sikap yang begitu keras dan kasar Ambu layangkan ke kamu, sehingga mbuat kamu sekarang puncterkadang demikian ke Muadz. Ambu sadar ini salah Ambu. Salah Ambu yang kurang mengerti kamu, kurang memahami maumu apa. Perkara kamu memilih baju, kamu merengek, merajuk, ribut dengan Aa atau adek, bisa membuat ambu marah dengan kamu.

Tapi hari ini, Ambu benar-bemar tersadar dan sediiih banget rasanya kalau melihat yang sudah terjadi kemarin-kemarin, melihat sikap dn ucapan Ambu ke kamu. πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ˜’😭😭..

Dan sudah 3 hari ini, Ambu berusaha sekuat tenaga untuk tidak "meledak" Ke kamu. Menahan, meredam amarah Ambu setiap kali ingin meledak dihadapan kamu. Berbicara lebih tenang dan hanya tegas, bukan marah, membentak, apalagi kasar. Dan Ambu merasa kita menjadi lebih baik.

Kamu menjadi lebih tenang, lebih halus, lebih romantis ke Ambu..πŸ˜„..

Nak, maafkan Ambu yaa..

Maafkan atas segala sikap Ambu yang gak baik sama kamu selama ini. Maafkan segala kekurangan Ambu. Maafkan Ambu atas segala kesalahan Ambu kepada kamu.

Ambu akan terus berusaha untuk menjadi lebih tenang dan tidak "meledak" Lagi di depan kamu. Ambu ingin kamu tumbuh besar menjadi anak yang baik, yang tidak emosian sperti Ambu. Olehsebab itu, Ambu yang harus berjuang sejak sekarang untuk menjadi lebih baik, agar kamu pun tumbuh menjadi anak yang baik. 

Sekali lagi, maafkan Ambu, Nak..

Dan terimakasih sudah mencintai Ambu dengan tulus hingga detik ini. 

Love you my son.. 😘😘






Sholat Berjamaah

 


Ini bukanlah momen sholat berjamaah bersama Abah yang pertama. Momen ini sudah terjadi seringkali. Hanya saja, baru sekarang bisa Ambu abadikan. Karena kebetulan ambu sedang tidak sholat.
Melihat momen ini adalah hal yang sangat-sangat membahagiakan buat Ambu. Walau Mursyid, muflih, dan muadz masih dalam tahap belajar, belum sempurna gerakan dan bacaan sholatnya, tapi Ambu tetap bangga dan bahagia melihat kalian seperti ini. Bahkan, tak jarang kalian juga ikut Abah ke masjid untuk sholat berjamaah di masjid bersama Kaka Santri. 
Nak, harus kalian tahu, harta sebanyak apapun tidak bisa membayar kebahagiaan Ambu Abah melihat kalian tumbuh besar menjadi anak-anak yang sholeh. 

Suatu hari nanti, tulisn ini akan menjadi pengingat kalian, bahwa kebahgiaan yang luar biasa bagi Ambu adalah melihat kalian tumbuh besar dalam ketaatan kepada Allah.

Besar harapan dan mimpi Ambu, suatu hari nanti, saat kalian sudah semakin besar, sudah beranjak dewasa, Ambu bisa berdiri di belakang kalian, menjadi makmum sholat kalian. Ingin sekali mendengar suara merdu kalian melantunkan kalam-Nya.

Semoga Allah menjawab apa yang menjadi mimpi dan harapan Ambu hari ini.

Ambu Abah sayang sekali dengan kalian..😘😘