Minggu, 09 Desember 2018

9 Desember 2018

Maa Sya Allah. Alhamdulillah.
Hari ini Ambu dan Abah bahagiaaaa sekali. Karena akhirnya apa yang diharapkan menjadi nyata!

Sebulan menjelang adikmu lahir, akhirnya langkah kakimu semakin lancar. Kaki mu semakin kuat. Kamu pun semakin aktif luar biasa. Seolah menemukan mainan baru. Kamu teruuus berjalan di dalam rumah ummah. Dari kamar umah, ke ruang tengah, lalu ke dapur, ke kamar umah lagi, lalu keluar lagi. Teruus seperti itu hampir seharian ini. Kamu akan diam setelah benqr-benar lelah, atau saat kamu tidur. Hahahaha.

Bahagia ya, Nak rasanya sudah bisa jalan bahkan sedikit berlari?? Hehehe. Ambu Abah juga bahagia banget lihat kamu sudah bisa berjalan seperti ini. Walau tugas kami tentu semakin ekstra untuk menjaga kamu, tapi kami sangat bahagia!

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.
Semua ini pun tak lepas dari pertolongan Allah, Nak. 
Allah sangat baik ya, nak. Karena telah mengabulkan apa yang Ambu Abah harapkan.

Sehat terus yaa sayang. Terus lah langkahkan kakimu, hingga kelak kau besar nanti langkahkan kakimu untuk selalu berjalan dijalan-Nya. 

Terimakasih untuk kebahagiaan yang telah kau berikan untuk Ambu Abah hari ini, Nak.

Kami mencintaimu karena Allah.
Semoga kamu selalu dalam lindungan-Nya, juga berlimpah keberkahan dari-Nya.

Sabtu, 01 Desember 2018

Menemani Aa Sunatan

Hari ini, kita pergi nemenin Aa Mursyid sunatan di Klinik Ungu punya Uwa Idan, di daerah pondok gede. Alhamdulillah, Muflih ditemani Ummah anteng luar biasa. Walau tadi di jalan pulang Muflih sempat merengek minta dipangku juga sama AMbu. Padahal, Ambu lagi mangku Aa Mursyid yang lagi kesakitan. Tapi Alhamdulillah, Muflih mau nurut sama Abah. Sampai akhirnya tadi Muflih pun tidur di pangkuan abah selama perjalanan pulang.

Niat ambu, tadinya mau sekalian Muflih juga di sunat. Tapi, setelah dipikir-pikir, kayanya Muflih nanti dulu deh. Hehehehe. Ambu enggak tega rasanya kalau Muflih di usia sekarang harus disunat juga. Hahahha..

Dan Ambu kasian juga melihat Muflih yang dari tadi mau main sama Aa, tapi Aa Mursyidnya masih ngerasain sakit. Jadi mau gak mau, Muflih main sama AMbu atau sama kakak santri deh. Maaf ya, Nak. Moga-Moga besok Aa Mursyid sudah jauh lebih baik, jadinya bisa main lagi sama Muflih. Amiiiiin.

Ah ya, AMbu mau cerita. Tadi pagi, Ambu senaaaaaang banget lihat kamu sama Aa Mursyid main perosotab dengan kasur yang disenderkan ke meja yang di bawah jendela. Mendengar suara kamu dan Aa Mursyid tertawa, Ambu dan Abah jadi ikutan tertawa. Hahaha. Bahagia itu sederhana dan simpel sekali bagi Ambu. Melihat kalian sebahagia, seakur, dan sekompak itu saja sudah membuat Ambu dan Abah merasa bahagiaaaaa luaaarrr biasa!!

Teruslah ceria seperti ini ya, Nak.
Dan teruslah akur sama Aa Mursyid dan kelak sama Adikmu ya, sayang.

Sekitar enam minggu lagi kamu bakal jadi kaka lhooo....!!

Bismillah, semoga Muflih bisa menjadi Kaka yang baik untuk adiknya nanti ya, Sayang. Amiiiiiin.